Siapa Saya
Halo 🐾, AbyssPaws adalah rescue anjing Bali independen, dan Anda ada di awal perjalanan indah kami membantu sesama ❤️. Senang bertemu Anda semua di sini.

Jangan khawatir, Anda sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk berdonasi. Sekadar berkunjung, membaca, atau membagikan halaman ini sudah sangat membantu kami dalam menyebarkan kabar baik, menggalang donasi bagi mereka yang membutuhkan, dan menularkan kebaikan. 🙏
Misi ini berawal dari sesuatu yang dianggap mustahil dan penuh keraguan dari orang lain, tetapi saya tetap melangkah. Tidak ada ruginya, karena seluruh niat saya murni untuk membantu dan melakukan apa yang bisa saya lakukan, apa yang memang harus saya lakukan. Sesederhana itu. 😊

Ah, nama saya Bernaded. Panggil saja Be, lebih simpel dan semua orang memanggil saya begitu. Anda juga bisa mengunjungi profil saya di Facebook dan Google Maps dengan nama yang sama, BERNADED CRAILL. Selama bertahun-tahun, saya menjalankan program sterilisasi dan vaksinasi dari rumah saya sendiri di Tabanan, Bali. Sebagian disubsidi, sebagian besar gratis, dan semuanya dibiayai dari kantong pribadi saya sendiri 🐾. Terkadang saya juga memberi makan anjing jalanan (street feeding) dan memberikan donasi kecil-kecilan.
Sampai akhirnya saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan tidak akan pernah cukup jika hanya mengandalkan biaya sendiri. Terlebih lagi, saya harus menghidupi keluarga, kebutuhan makan sehari-hari, merawat 16 anak bulu (anabul) yang saya adopsi, memberikan donasi, sterilisasi gratis, dan banyak lagi. Hingga saat ini, saya tidak pernah meminta bantuan siapa pun. Saya melakukannya karena saya tidak bisa berpaling begitu saja saat melihat seekor anjing telantar, lalu berpura-pura tidak melihat penyiksaan, penderitaan, kesedihan, dan realitas pahit yang harus dihadapi anjing-anjing jalanan, khususnya di Bali.
Saat ini, ada enam belas anjing yang tinggal bersama saya.
Sebelumnya ada 23 ekor. Tujuh di antaranya telah tiada karena sakit atau diracun.



Setiap dari mereka diselamatkan dari tempat sampah, pinggir jalan, rumah yang tidak lagi menginginkan mereka, atau kondisi yang lebih buruk. Semuanya sudah disterilisasi. Jika bisa, saya ingin menampung semua anjing telantar di pulau ini. Namun, situasi saya saat ini tidak memungkinkan, dan itu adalah realitas yang harus saya terima dengan lapang dada. Oleh karena itu, saya memilih untuk pergi ke tempat-tempat yang tidak didatangi orang lain, dan membantu anjing-anjing yang keberadaannya luput dari perhatian siapa pun.



Ini adalah proyek seumur hidup, menjadi suara bagi mereka yang tak bisa bicara. Untuk membantu lebih banyak, saya harus berbuat lebih banyak di tengah keterbatasan saya, memberikan yang terbaik yang saya bisa. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya memohon bantuan Anda. Bantuan dalam bentuk apa pun sangat berarti, bahkan sekadar berkunjung dan membagikan kisah ini. 🙏
Dan jika Anda merasa kurang nyaman untuk berdonasi tanpa menerima imbalan apa pun, kami menyediakan produk digital dan fisik yang bisa Anda pilih dan beli. Setengah dari hasil penjualan akan disalurkan langsung ke dana bantuan, dan saya akan memperbarui semua perkembangannya di halaman AbyssPaws ini agar bisa dilihat oleh semua orang.



| Target Putaran Pertama | Rp. 10.000.000 |
| Yang sudah terkumpul | Rp. 4.500.000 |
| Masih dibutuhkan | Rp. 5.500.000 |
| Biaya penanganan per anjing | Rp. 500.000 |
| Anjing yang sejauh ini bisa didanai | 9 |
⚠️ Pembaruan Kondisi Lapangan:
Menemukan dokter hewan yang bersedia menempuh perjalanan ke daerah terpencil memang sulit. Ketika dokter hewan keliling kami tidak dapat menjangkau sebuah desa, kami beralih ke klinik lokal yang lebih mahal atau menanggung sendiri biaya transportasi yang lebih tinggi. Karena itu, patokan biaya per anjing dapat berubah dari waktu ke waktu. Setiap bukti pembayaran diunggah langsung ke grup donor pribadi kami, sehingga Anda selalu dapat melihat dengan tepat ke mana dana digunakan.
| Barbara McKenzie | Rp. 800.000 |
| Anonymous | Rp. 200.000 |
| Jyoti Schonfelder | Rp. 500.000 |
| Elisa | Rp. 1.000.000 |
| Poppy | Medication Support |
| Rachel Ehrendreich | Rp. 2.000.000 |
| Yang sudah terkumpul sejauh ini | Rp. 4.500.000 |
Setiap rupiah yang masuk dicatat dengan transparan di sini dan dilaporkan langsung kepada kelompok donatur. Target donasi kami tetapkan berdasarkan tarif dasar sebesar Rp500.000 per ekor. Untuk anjing dengan berat di atas 10 kg, biayanya adalah Rp650.000, sehingga total akhir dana akan menyesuaikan dengan kondisi anjing nyata yang berhasil kami jangkau. Setiap anjing didanai secara individu, dan setiap selisih biaya akan selalu dicatat.
Tidak ada satu rupiah pun dari donasi ini yang digunakan untuk anjing-anjing pribadi saya. Enam belas anjing yang tinggal bersama saya semuanya sudah disterilisasi, dan saya membiayai sendiri seluruh kebutuhan vaksinasi, obat cacing, serta obat kutu mereka. Setiap rupiah yang Anda donasikan di sini murni disalurkan untuk anjing jalanan dan anjing komunitas yang bukan milik saya. Uang ini sepenuhnya ditujukan bagi anjing-anjing terlantar yang tidak memiliki siapa pun untuk membiayai hidup mereka.
Cara Berdonasi
Bank transfer (BCA)
Atas Nama: Bernaded Tri Wahyuni
Nomor Rekening: 0244 226 333
SWIFT code: CENAIDJA
Lebih nyaman mendukung lewat pembelian? Kunjungi Toko kami untuk membeli produk digital atau fisik. Setiap pembelian membantu mendanai pekerjaan ini.
-
Regulasi vs Realita Rabies di Bali: Antara Hukum Tertulis dan Fakta di Lapangan
Pemerintah Bali memegang mandat hukum penuh atas pengendalian rabies. Di atas kertas sistemnya lengkap. Di lapangan, ceritanya sama sekali berbeda.
-
Ilusi Satwa Eksotis: Saat Serigala dan Alpaca Impor Menyingkirkan Anjing Asli Bali dari Tanah Mereka Sendiri
Alpaca dan serigala impor mendatangkan pengunjung berbayar di Tabanan, sementara Anjing Warisan Bali, salah satu populasi anjing dengan keunikan genetika tertinggi di dunia, dibiarkan kelaparan di luar gerbang. Tentang empati palsu, bahasa pemasaran yang menyesatkan, dan siapa yang sebenarnya membiayai kesejahteraan hewan di Bali.
-
Permohonan dengan Segenap Kerendahan Hati: Prioritaskan Sterilisasi Anjing
Satu ekor induk anjing di Bali bisa melahirkan dua kali setahun dan 70 hingga 90 anak sepanjang hidupnya, dan anak-anaknya akan melakukan hal yang sama. Pemusnahan massal sudah pernah dicoba pada 108.000 ekor dan terbukti gagal. Sterilisasi anjing betina adalah satu-satunya cara menghentikan angka ini, dan wilayah yang paling membutuhkan justru yang paling jarang dijangkau.
-
CNVR: 5 Alasan Kuat Metode Ini Ungguli Pemusnahan
Setiap kali isu rabies mencuat ke publik, respons yang muncul selalu sama: menangkap dan memusnahkan anjing jalanan. Langkah ini tampak cepat dan solutif. Namun, metode ini selalu gagal. Dalam beberapa bulan, populasi anjing akan kembali meningkat, penyebaran penyakit terus berlanjut, sehingga siklus pemusnahan dan pemborosan anggaran terus berulang tanpa akhir. Sebenarnya, ada solusi yang lebih…
-
Anjing Jalanan Bali: Regulasi Mengamanatkan Perlindungan, Kenyataan Berbicara Sebaliknya
Menurut hukum di Indonesia, melindungi anjing jalanan Bali bukan sekadar aksi sukarela pemerintah saat merasa murah hati. Ini adalah amanat undang-undang dan tanggung jawab kolektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat, seperti yang tertulis dalam UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Secara tertulis, Bali punya komitmen kesejahteraan hewan yang paling…
-
Anjing Termurah di Bali adalah Anjing Tertua di Bumi
Saat ini, ada seekor anjing kampung Bali yang sedang terlelap di selokan daerah Tabanan. Di dalam tubuhnya, mengalir sejarah genetik yang jauh lebih kaya dibanding seluruh anjing ras juara di Jakarta jika disatukan. Namun, tidak ada yang menginginkannya. Ia hanya seekor anjing cokelat berukuran sedang, dengan telinga yang sedikit terkulai dan ekor yang melengkung tak…
-
Memberi Makan Anjing Jalanan Bukan Pelanggaran Hukum: Mengupas Legalitasnya di Indonesia
Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim bahwa memberi makan atau menolong anjing terlantar di Bali bisa membuat kita “diproses secara hukum”. Kami mencoba membedah apa kata hukum Indonesia yang sebenarnya. Intinya: tidak ada hukum memberi makan anjing liar yang melarang hal tersebut. Regulasi yang ada justru hadir untuk melindungi anjing-anjing ini, bukan menghukum mereka yang…
