Tag: anjing jalanan

  • MENGAPA INI PENTING

    MENGAPA INI PENTING

    Di balik setiap data statistik tentang anjing liar Bali terdapat satu ekor anjing. Kelaparan, sakit, atau ketakutan, menanti bantuan yang tidak kunjung tiba. Berikut adalah hal yang sesungguhnya dinyatakan oleh angka-angka tersebut, karena dedikasi ini harus berpijak pada bukti nyata, bukan sekedar perasaan semata.

    Bali memiliki populasi anjing melebihi 600.000 ekor, di mana sekitar 80 persen di antaranya merupakan anjing yang dilepasliarkan. Penyakit rabies, distemper, scabies, dan parvovirus terus merebak meskipun program vaksinasi massal pemerintah telah berjalan sejak tahun 2009, lantaran akar permasalahannya terletak pada kelebihan populasi (overpopulasi).

    Bali berstatus bebas rabies hingga tahun 2008. Virus tersebut masuk melalui kawasan semenanjung selatan, kemungkinan besar terbawa oleh kapal nelayan. Peristiwa ini mengakibatkan lebih dari 130 korban jiwa dan lebih dari 130.000 individu harus menerima penanganan pascapaparan (post-exposure treatment). Upaya pengendalian tersebut menghabiskan biaya lebih dari 17 juta dolar AS.

    Delapan belas tahun kemudian, penyakit tersebut belum berhasil dieliminasi sepenuhnya. Sepanjang periode Januari hingga akhir September 2025, Provinsi Bali mencatat sebanyak 49.094 kasus gigitan hewan penular rabies dan 12 korban jiwa, yang berarti rata-rata terjadi 182 kasus gigitan setiap hari.

    Ini bukan masalah yang jauh dari kita. Pada semester pertama tahun 2025, Kabupaten Tabanan mencatat 4.440 kasus gigitan, yang merupakan angka tertinggi kedua di antara seluruh kabupaten di Bali. Sementara itu, Kabupaten Buleleng mencatat dua korban jiwa. Tabanan adalah tempat kediaman saya, sedangkan Buleleng adalah lokasi di mana kelompok anjing untuk tahap ini sedang menanti penanganan.

    Praktik eliminasi paksa (culling) masih terus berlangsung di Bali hingga hari ini, terlepas dari adanya bukti ilmiah yang kuat bahwa metode tersebut tidak efektif dalam menanggulangi rabies

    anak saya sedang memberi makan anjing liar bali

    Upaya yang terbukti efektif adalah program vaksinasi. Setelah penerapan metode penangkapan anjing yang lebih baik memungkinkan tim penanganan mencapai cakupan vaksinasi sebesar 70 persen, angka kematian manusia akibat rabies menurun drastis dari rata-rata 4,3 dan 4,8 per bulan menjadi 1,1. Pada bulan Desember 2011, seluruh desa terkecuali 30 desa telah dinyatakan bebas dari rabies.

    Pembelajaran dari situasi ini tidaklah rumit. Eliminasi anjing terbukti gagal. Menjangkau populasi anjing terbukti berhasil.

    Selengkapnya tentang program sterilisasi dan pengobatan kami di AbyssPaws.

    Global Alliance for Rabies Control, The Bali Rabies Outbreak

    PLOS One, dog population and culling data, Bali and Flores

    The Bali Times, 2025 bite and death figures

    BPBD Bali, regency-level bite and death data to 20 July 2025

    FOUR PAWS International, on continued culling

    ICAM Coalition, sterilisation coverage targets in practice

    Humane Society International research, on the 70 percent sterilisation claim

    WOAH, current vaccination coverage gap in Bali

    🐾 Bantu wujudkan usaha baik kami. AbyssPaws mendanai sterilisasi dan vaksinasi rabies untuk anjing jalanan dan anjing komunitas di seluruh Bali, satu per satu, dengan transparansi penuh. Jika artikel ini menyentuh Anda, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membagikannya. Dan jika Anda mampu memberi, setiap rupiah langsung digunakan untuk anjing-anjing yang tidak diperhatikan siapa pun. → Lihat cara mendukung AbyssPaws